4 Tips Mengatasi Kebosanan di Pesawat

Naik pesawat bagi saya merupakan hal yang menarik. Apalagi kalau naik maskapai yang belum pernah saya coba sebelumnya dan juga apabila berangkat dari atau ke bandara yang juga saya belum pernah kunjungi. Tetapi jika sudah di pesawat, kebosanan selalu datang melanda. Kebosanan kebanyakan karena saya tidak bisa mengakses internet di ponsel sehingga tidak bisa mengakses instant messenger atau social media. Sehingga di pesawat saya hanya bisa bengong sambil melihat-lihat kegiatan orang-orang lain di pesawat atau melihat ke luar jika saya duduk di dekat jendela. Sekarang, setelah mengamati kegiatan orang-orang lain dan juga berdasarkan pengalaman sendiri, akhirnya saya dapat membagi beberapa tips untuk mengatasi kebosanan selama perjalanan menggunakan pesawat. Berikut tipsnya: Continue reading “4 Tips Mengatasi Kebosanan di Pesawat”

Iklan

Berkah dari Penerbangan yang Dibatalkan

Bagaimana perasaan anda kalau penerbangan anda dibatalkan secara sepihak oleh maskapai? Pasti tiap orang akan berbeda jawabnya. Ada yang senang, sedih, marah, dongkol, dan lain-lain tergantung dari situasi, kondisi, dan toleransi. Saya sendiri pernah mengalami dua kali pembatalan penerbangan bolak balik dengan kode booking yang sama tetapi saya bersyukur karenanya. Jadi saya sudah memesan tiket KLM dengan rute Istanbul ke Jakarta via Amsterdam dan Kuala Lumpur pulang pergi. Mau ke Jakarta saja dari Istanbul harus ke Amsterdam dulu. Maklum lah, maskapainya kan miliknya Kerajaan Belanda, pasti transitnya di Amsterdam. Continue reading “Berkah dari Penerbangan yang Dibatalkan”

Transportasi Umum Apa yang Anda Sukai?

Sebagai traveler, pasti kita membutuhkan moda transportasi untuk memindahkan diri kita dari satu tempat ke tempat lain. Kecuali jika bisa teleport maka lain lagi ceritanya. Dalam memilih moda transportasi, banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum memilih moda yang tepat. Kalau saya pribadi harga menjadi salah satu faktor penting. Faktor lainnya adalah waktu, keamanan, kenyamanan, opportunity cost, kepuasan, dan lain-lain. Sesuai prinsip ekonomi, pokoknya kita pasti ingin mendapatkan benefit yang tertinggi dengan harga yang termurah. Berikut adalah beberapa moda transportasi umum yang sering digunakan oleh para traveler yang pernah saya gunakan. Continue reading “Transportasi Umum Apa yang Anda Sukai?”

Malam Tahun Baru di Suvarnabhumi

Hari terakhir saya di Bangkok bertepatan dengan tanggal 31 Desember. Sudah saatnya untuk kembali ke Indonesia. Saya mengambil penerbangan Malaysia Airlines ke Kuala Lumpur pukul 6 pagi keesokan harinya kemudian melanjutkan ke Pekanbaru menggunakan AirAsia. Bangkok sendiri dilayani oleh dua Bandar Udara yaitu Bandar Udara Internasional Don Mueang (DMK) di utara dan Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi (BKK) di timur. Bandara Internasional Don Mueang merupakan bandara tertua di Asia yang saat ini kebanyakan melayani penerbangan domestik dan LCC. Sedangkan Bandara Internasional Suvarnabhumi baru dibuka pada tahun 2006 melayani penerbangan internasional dan merupakan hub bagi Thai Airways. Continue reading “Malam Tahun Baru di Suvarnabhumi”

Bermalam di Moc Bai (Perbatasan Vietnam – Kamboja)

Ketika saya akan membeli tiket bus ke Phnom Penh, pegawai Hahn Cafe pun bingung karena belum pernah mendengar “pnompen” sebelumnya. Ternyata saya baru tahu kalau Phnom Penh itu dibaca “nomben”. Singkat saja, saya mendapatkan tiket bus ke Phnom Penh pada pukul 12 malam waktu setempat. Saya lupa harga tiket busnya tetapi bus yang saya naiki merupakan sleeper bus yang saya kira nyaman untuk tidur. Sebelum naik bus, kami diberikan kartu kedatangan dan keberangkatan dari Kamboja yang harus diisi sebelum memasuki Kamboja. Tepat pukul 12 malam, bus datang dan kami pun segera naik ke bus. Bus terdiri dari dua tingkat, bagian bawah untuk barang dan bagian atas untuk penumpang. Tetapi saya tetap membawa tas saya ke bagian atas bus. Continue reading “Bermalam di Moc Bai (Perbatasan Vietnam – Kamboja)”

Pertama Kali Solo Traveling – Singapura

Siapa yang tak kenal Singapura? Negara kecil di ujung Semenanjung Malaya ini sangat terkenal di kalangan turis Indonesia. Bahkan turis asing yang berkunjung ke Singapura paling banyak adalah orang Indonesia. Biasanya turis Indonesia mengunjungi Singapura melalui jalur laut dari Batam atau jalur udara dari Jakarta. Saya sendiri masuk ke Singapura melalui jalur laut dari Pelabuhan Batam Centre. Saya berangkat ke Pelabuhan Batam Centre pukul 05.30 WIB. Apabila anda berangkat pagi dari Batam, disarankan untuk check in di pelabuhan sehari sebelumnya, karena antrian check in dan imigrasi bisa sangat panjang. Sekitar pukul 06.00 WIB, kapal pun berangkat dari Pelabuhan Batam Centre menuju Singapura. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam dan sampai di HarbourFront pada pukul 08.00 waktu setempat. HarbourFront merupakan pelabuhan yang terhubung dengan pusat perbelanjaan dan stasiun MRT. Setelah selesai urusan imigrasi, saya langsung menuju stasiun MRT dan membeli Tourist Pass seharga S$10.00 ditambah jaminan sebesar S$5.00 untuk mendapatkan 1-day pass. Tourist Pass berfungsi sebagai tiket MRT yang berlaku selama satu hari penuh apabila anda membeli 1-day pass. Continue reading “Pertama Kali Solo Traveling – Singapura”

Mengejar Bus ke Muar (dari Singapura)

Kali ini merupakan kali ketiga saya mengunjungi Negeri Singa. Pada kesempatan ini saya bersama beberapa orang teman memasuki Singapura melalui jalur darat di Woodlands dengan menggunakan bus dari Malaka, Malaysia. Kami turun dari bus di checkpoint di daerah Bugis yang tak jauh dari Stasiun MRT Bugis. Kami berjalan menuju stasiun kemudian naik MRT dan turun di stasiun Farrer Park. Dari stasiun Farrer Park kami berjalan kaki menuju The Claremont Hotel di Serangoon Road. Kami berencana menginap di Singapura hanya satu malam kemudian berangkat menuju Muar, Malaysia keesokan harinya. Continue reading “Mengejar Bus ke Muar (dari Singapura)”

Thalys: Shinkansen-nya Perancis

Beberapa waktu yang lalu saya bersama beberapa orang teman dari Indonesia, Nepal, Bhutan dan Bangladesh berkesempatan mengunjungi Paris. Tidak seperti teman-teman saya yang sudah membeli tiket bus ke Belanda, saya memang sengaja go show menggunakan kereta cepat. Di Eropa, untuk membeli tiket bus seperti Megabus dan Eurolines memang harus dilakukan secara online. Sementara tiket kereta dapat dibeli secara langsung di stasiun. Sebenarnya tiket kereta juga dapat dibeli secara online dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli secara langsung. Tetapi karena saya ingin santai dan tidak dikejar waktu, saya memutuskan untuk membeli tiket langsung di stasiun. Continue reading “Thalys: Shinkansen-nya Perancis”

Pertama Kali ke Luar Negeri – Malaysia

Maret 2012 lalu, tepatnya bertepatan dengan long weekend hari raya Nyepi, merupakan pertama kalinya saya ke luar negeri. Negeri Jiran Malaysia menjadi tujuan saya bersama beberapa orang teman saya yang juga baru pertama kali ke luar negeri.  Kami memasuki Malaysia melalui rute laut, tepatnya di Pelabuhan Klang. Meskipun cuma sebentar dan hanya sedikit yang bisa dilihat, tetapi saya merasa perlu untuk menceritakannya kepada teman-teman semua. Continue reading “Pertama Kali ke Luar Negeri – Malaysia”

Bukittinggi: Seramah Jogja, Sesejuk Bandung

Bukittinggi adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Barat yang terletak di dataran tinggi Minangkabau, 90 km dari kota Padang. Kota ini terkenal sebagai kota wisata yang sejuk karena terletak di dekat dua gunung, yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Selain Kota Medan, Bukittinggi juga pernah dijuluki sebagai Paris van Sumatra. Karena tertarik dengan cerita-cerita mengenai keindahan alam Kota Bukittinggi, saya mengajak lima orang teman saya untuk berwisata ke kota ini. Continue reading “Bukittinggi: Seramah Jogja, Sesejuk Bandung”