24 Jam di Pulau Pinang, Kemana Aja?

Pulau Pinang atau Penang merupakan salah satu tempat di Malaysia yang populer sebagai tempat wisata. Selain terkenal dengan rumah sakitnya, pulau ini juga kaya akan sejarah dan pantainya pun cukup terkenal. Ibukotanya, George Town, juga menjadi UNESCO World Heritage Site sebagai kota bersejarah bersama-sama dengan Malaka. Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan menyambangi pulau ini bersama dengan kedua teman saya, Saleh dan Dani. Pukul 03.00 WIB, kami sudah stand by di Bandara Kualanamu untuk menunggu pesawat AirAsia pukul 05.15 WIB yang akan membawa kami ke Penang. Continue reading “24 Jam di Pulau Pinang, Kemana Aja?”

Iklan

Gagal Sunrise di Angkor Wat

Angkor Wat merupakan obyek wisata yang paling terkenal di Kamboja. Hal ini dapat diketahui dari gambar Angkor Wat yang terpampang pada bendera Kamboja. Tak heran, obyek wisata ini selalu penuh dengan turis mancanegara. Salah satu atraksi menarik yang dapat dilakukan di sini yaitu menyaksikan matahari terbit. Bisa dibayangkan betapa indahnya melihat matahari terbit dengan latar candi Angkor yang terkenal. Mungkin sensasinya hampir sama seperti melihat matahari terbit di candi Borobudur. Meskipun saya sendiri belum pernah melihat sunrise di Borobudur sampai tulisan ini diturunkan. Continue reading “Gagal Sunrise di Angkor Wat”

Scam atau Sedekah?

Setelah berkeliling di Intramuros dan Rizal Park, perut saya sudah terasa lapar. Setelah saya tengok jam di tangan saya, ternyata jarum jam sudah hampir menuju angka 12. Sudah saatnya bagi saya untuk sholat dan makan siang. Berdasarkan hasil browsing, masjid terbesar di Manila yaitu Masjid Al-Dahab atau biasa disebut Manila Golden Mosque yang terdapat di distrik Quiapo. Dari Rizal Park, saya menyetop taksi untuk mengantarkan saya ke Manila Golden Mosque. Karena jalanan menuju masjid sangat ramai seperti pasar, supir menurunkan saya di pinggir jalan besar. “Just follow this road“, katanya sambil menunjuk ke arah keramaian pasar. Continue reading “Scam atau Sedekah?”

Pertama Kali Solo Traveling – Singapura

Siapa yang tak kenal Singapura? Negara kecil di ujung Semenanjung Malaya ini sangat terkenal di kalangan turis Indonesia. Bahkan turis asing yang berkunjung ke Singapura paling banyak adalah orang Indonesia. Biasanya turis Indonesia mengunjungi Singapura melalui jalur laut dari Batam atau jalur udara dari Jakarta. Saya sendiri masuk ke Singapura melalui jalur laut dari Pelabuhan Batam Centre. Saya berangkat ke Pelabuhan Batam Centre pukul 05.30 WIB. Apabila anda berangkat pagi dari Batam, disarankan untuk check in di pelabuhan sehari sebelumnya, karena antrian check in dan imigrasi bisa sangat panjang. Sekitar pukul 06.00 WIB, kapal pun berangkat dari Pelabuhan Batam Centre menuju Singapura. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam dan sampai di HarbourFront pada pukul 08.00 waktu setempat. HarbourFront merupakan pelabuhan yang terhubung dengan pusat perbelanjaan dan stasiun MRT. Setelah selesai urusan imigrasi, saya langsung menuju stasiun MRT dan membeli Tourist Pass seharga S$10.00 ditambah jaminan sebesar S$5.00 untuk mendapatkan 1-day pass. Tourist Pass berfungsi sebagai tiket MRT yang berlaku selama satu hari penuh apabila anda membeli 1-day pass. Continue reading “Pertama Kali Solo Traveling – Singapura”

Overland Jatim part 2: Dari Malang ke Surabaya

Sekitar pukul 20.30 WIB, kami sampai di Pantai Balekambang setelah perjalanan dari Bromo. Kami sempat ragu apakah jalan yang kami lalui memang menuju ke Pantai Balekambang. Karena jalan yang kami lalui tersebut sangat sepi, sempit, berliku-liku, dan gelap. Sesampainya di pintu masuk pantai, mulai terdengar suara jedak-jeduk musik dangdut koplo yang diputar dari beberapa mobil truk bermuatan sound system raksasa yang sedang parkir. Tampak juga beberapa pemuda bertelanjang dada sedang asyik berjoget mengikuti irama musik. Continue reading “Overland Jatim part 2: Dari Malang ke Surabaya”

Overland Jatim part 1: Dari Tuban ke Bromo

Jalan-jalan telah menjadi agenda tahunan keluarga kami setiap libur Lebaran. Pada libur Lebaran tahun 2012 lalu, kami mengunjungi Sarangan dan Tawangmangu. Sedangkan tahun 2013, kami mengunjungi beberapa tempat-tempat menarik di Jawa Timur. Masih dalam suasana Lebaran, kami mengawali perjalanan dari Cepu pada pukul 09.00 WIB. Tujuan pertama kami yaitu rumah salah seorang anggota keluarga kami yang tinggal di Tuban. Tepat pukul 11.00 WIB kami sudah sampai di kota Tuban. Continue reading “Overland Jatim part 1: Dari Tuban ke Bromo”

Pertama Kali ke Luar Negeri – Malaysia

Maret 2012 lalu, tepatnya bertepatan dengan long weekend hari raya Nyepi, merupakan pertama kalinya saya ke luar negeri. Negeri Jiran Malaysia menjadi tujuan saya bersama beberapa orang teman saya yang juga baru pertama kali ke luar negeri.  Kami memasuki Malaysia melalui rute laut, tepatnya di Pelabuhan Klang. Meskipun cuma sebentar dan hanya sedikit yang bisa dilihat, tetapi saya merasa perlu untuk menceritakannya kepada teman-teman semua. Continue reading “Pertama Kali ke Luar Negeri – Malaysia”

Private Tour Menjelajah Ibukota Brunei

Brunei Darussalam, negara di Asia Tenggara yang mungkin jarang diminati oleh wisatawan. Negara berbentuk Monarki Absolut ini terletak di utara Pulau Kalimantan dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Beberapa waktu yang lalu, saya menjelajah ibukota Kesultanan Brunei, Bandar Seri Begawan, dalam waktu satu hari saja. Setelah sarapan pagi, saya menuju ke sebuah halte untuk mencari taksi atau bus yang bisa mengantarkan saya mengelilingi kota. Setelah setengah jam menunggu, bus atau taksi yang ditunggu tak kunjung muncul juga. Saya pikir karena Brunei merupakan negara yang cukup maju di kawasan Asia Tenggara, maka tak sulit untuk menemukan moda transportasi publik. Dugaan saya ternyata salah besar. Mungkin karena hampir semua penduduk Brunei sudah memiliki kendaraan pribadi. Continue reading “Private Tour Menjelajah Ibukota Brunei”

Menengok Peninggalan Dinasti Banten

Beberapa waktu yang lalu media sempat ramai memberitakan tentang dinasti Banten. Kali ini saya juga akan bercerita sedikit tentang dinasti Banten tetapi bukan yang sedang ramai diberitakan oleh media, melainkan dinasti Kesultanan Banten yang berkuasa di Banten pada tahun 1527 – 1813 M. Bekas peninggalan Kesultanan Banten ini terletak di desa Banten Lama, sekitar 10 km dari Kota Serang. Dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum atau pribadi. Continue reading “Menengok Peninggalan Dinasti Banten”

Malaka: The Living Museum

Pada 7 Juli 2008, Malaka ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Kota ini dahulu merupakan pusat niaga antara dunia barat dan dunia timur. Pernah dikuasai oleh Portugis, Belanda, dan Inggris sehingga arsitektur bangunan disini pun banyak dipengaruhi oleh gaya Eropa. Selain itu, bangsa Tiongkok dan India yang dahulu banyak berdagang di kota ini juga mempengaruhi kehidupan di Malaka. Setahun sebelumnya, saya sempat mampir sebentar ke kota ini. Meskipun sebentar, tetapi cukup untuk memberi gambaran kepada saya percampuran budaya yang cukup unik di kota ini.

On 7 July 2008, Malacca has been listed as a World Heritage Site by UNESCO. This town was a central trading port that connects western to eastern worlds. The architecture of this town is mainly affected by European influence because this town was once ruled by Portuguese, Dutch, and British. Chinese and Indian merchants who settled in this town also add extra colour to Malacca. A year before, I briefly visited this town. Even though it was a very short visit, it is enough to bring me the unique image of cultural mix in this town. Continue reading “Malaka: The Living Museum”