Menurut Euromonitor, Paris merupakan kota dengan turis internasional terbanyak kelima di dunia dan kedua di Eropa pada tahun 2015. Banyaknya wisatawan yang mengunjungi Paris dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk meraih keuntungan. Sayangnya cara-cara untuk meraih keuntungan tersebut kadang-kadang merugikan orang lain. Banyak cara yang dilakukan para scammer untuk meraih keuntungan dari para wisatawan. Para wisatawan pun terpaksa mengeluarkan sejumlah uang karena telah terjebak oleh scam tersebut. Tetap waspada dan jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Berikut beberapa jenis scam yang pernah saya temui ketika berjalan-jalan di Paris.

1. Petisi

Merupakan salah satu scam yang sangat sering ditemui di beberapa tempat touristy seperti Menara Eiffel dan Katedral Notre Dame. Modusnya, beberapa wanita akan menghampiri anda dan bertanya apakah anda berbicara bahasa Inggris atau tidak. Apapun jawaban kita, mereka kemudian menawarkan kita untuk menandatangani semacam petisi. Apabila anda menandatangani petisi tersebut, anda harus membayar sejumlah uang. Jika tidak, maka anda akan terus diganggu kemanapun anda pergi sampai anda memberikan mereka sejumlah uang.

2. Cincin Emas

 Scam ini biasanya ditemui, atau lebih tepatnya menemui anda, di jalanan di sekitar Menara Eiffel, Museum Lovre, dan Katedral Notre Dame. Metodenya adalah seseorang wanita paruh baya akan mendekati anda sambil menyodorkan cincin “emas” yang ditemukannya di jalan. Wanita tersebut menanyakan apakah cincin tersebut milik anda. Kemungkinan besar anda menjawab bukan. Kemudian wanita tersebut mengatakan kalau anda boleh menyimpan cincin “emas” yang terbuat dari logam murahan tadi. Sebagai gantinya, wanita tersebut akan meminta sejumlah uang karena anda telah mendapatkan cincin darinya. Tak jarang wanita tersebut pergi dulu setelah memberikan cincin kemudian dalam beberapa saat akan balik lagi untuk “menagih” uang dari anda.

 

3. Gelang Persahabatan

Sangat umum ditemui di tangga menuju Sacre Coeur Basilica. Scam jenis ini juga pernah saya temui ketika mengunjungi Sforza Castle dan Stadion San Siro di Milan. Sekelompok pria yang kemungkinan berasal dari Afrika mendekati anda kemudian berusaha memasang gelang di pergelangan tangan anda. Apabila dia berhasil mengenakan gelang di tangan anda maka dia (mereka) akan meminta sejumlah uang karena anda dianggap setuju untuk membeli gelang tersebut. Biasanya mereka beroperasi secara berkelompok sehingga apabila anda sendirian dapat merasa terintimidasi. Pengalaman pribadi saya ketika itu, saya didekati oleh dua orang penjual gelang kemudian dengan cepatnya mereka berusaha memasang gelang di tangan saya. Dengan refleks secepat Kongo Agon, saya berhasil menghindari gelang tersebut. Lain lagi dengan cerita teman saya ketika sedang berwisata di Istana Versailles. Ketika sedang menuju pintu keluar, dia dikepung oleh empat orang penjual gelang dan tidak dapat menghindar kemudian dengan terpaksa akhirnya dia membeli gelang tersebut.

4. Permainan Jalanan

Di sisi jalan dari Menara Eiffel menuju stasiun Metro, saya melihat beberapa orang mengerubungi seseorang yang sedang memainkan permainan bola kecil dan tiga gelas plastik. Tiga gelas plastik tersebut diletakkan terbalik dan bola kecil dimasukkan ke dalam gelas tersebut. Orang tersebut mengacak-acak ketiga gelas tadi lalu salah satu penonton memberikan selembar uang 50 euro kepada orang tersebut kemudian menebak bola ada di gelas yang mana. Sayangnya tebakan tersebut salah sehingga orang tersebut harus merelakan 50 euro. Tidak ada ekspresi kekecewaan atau kekesalan selayaknya orang habis kehilangan uang 50 euro. Mimik mukanya tampak santai-santai saja. Penonton berikutnya kemudian memberikan uang 50 euro. Orang tadi memasukkan lagi bola ke dalam gelas dan mengacak-acaknya. Kali ini penonton kedua beruntung, tebakannya benar sehingga dia mendapatkan 100 euro dari orang tersebut. Kemudian orang tersebut mengulangi lagi memasukkan bola dan mengacak-acak gelas. Kali ini dengan gerakan yang agak lambat sehingga saya bisa menebak di gelas mana bola berada. Saya menebak di mana bola tersebut berada kemudian orang tersebut berkata, “how much is your bet? Take out your money first“. Disini saya sudah merasa tidak enak. Saya pun segera pergi meninggalkan tempat itu. Salah satu penonton yang baru mendapatkan 100 euro berkata kepada saya, “you should have won, why did you leave?“. Saya tidak peduli dan tetap melanjutkan perjalanan. Setelah mencari info lebih lanjut, ternyata orang tersebut dan penonton-penontonnya merupakan satu komplotan. Mereka bekerja sama untuk menarik perhatian wisatawan. Kemudian wisatawan tergoda untuk bermain. Apabila anda tergoda bermain dan menang, anda akan dipaksa terus bermain sampai akhirnya anda kalah dan apabila anda memaksa pergi ketika anda menang, orang-orang tersebut tidak segan-segan menggunakan kekerasan.

5. Bunga Mawar

Salah satu scam yang pernah saya jumpai juga di Venice terutama di malam hari. Biasanya sasarannya adalah wanita atau pasangan. Pria pembawa bunga mawar ini memberikan bunga kepada turis wanita. Sepertinya sih gratis, tetapi pada akhirnya anda akan diminta sejumlah uang apabila anda sudah menerima bunga tersebut. Kalau untuk pasangan, biasanya setelah memberi bunga ke wanitanya, maka orang tersebut akan menagih ke si prianya.

6. Ticket Assistant

Di beberapa stasiun Metro atau RER, terdapat beberapa orang yang menawarkan bantuan untuk membeli tiket di vending machine. Biasanya orang ini akan membelikan anda tiket child dengan harga yang lebih murah tetapi tetap men-charge anda dengan harga normal. Beberapa orang juga memaksa anda untuk membeli tiket dengan menggunakan kartu debit/kredit instead of menggunakan uang. Modus lainnya, anda akan diberikan tiket yang sudah terpakai sehingga anda tidak bisa menggunakan tiket tersebut.

Itulah beberapa jenis scam yang pernah saya jumpai di Paris. Banyak juga kejahatan seperti copet terutama di ATM dan Metro yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Tetaplah waspada akan sekeliling anda. Selain itu, saya juga pernah menemui sekelompok pemuda di Boulevard de la Chapelle yang berkata “Marlboro.. Marlboro..” kepada setiap orang yang lewat. Saya tidak tahu apakah ini jenis scam juga atau apa. Ada yang mau berbagi?

Iklan

27 thoughts on “Waspada Scam di Paris

      1. Kalau gelang persahabatan dan cincin itu banyak juga di Roma, sekitaran Colosseum, Pantheon dan beberapa tempat lainnya. Di Paris seorang teman pernah didatangi orang yang menawarkan untuk membantu memotret mereka, selesai dipotret ketika teman saya minta kameranya kembali orang tersebut minta uang dan mengancam akan membanting kamera. Tapi saya waktu di Paris sempat juga ketemu sopir bus Hop on-Hop off yang baik hati dan ngasih tour gratisan muter-muter Paris. Intinya sih tetep hati-hati ya.

  1. Sama-sama mas Andi salam kenal juga. Mas Andi ini yang pernah jadi bintang pertunjukan di Glasgow kan? Saya waktu itu ikut nonton loh, keren banget pertunjukannya, bangga bisa kenal sama mas. Btw saya baru nyadar lihat fotonya mas Andi di Louvre, ternyata sekitar pyramid itu kolam ya? Soalnya pas saya kesana ga ada airnya jadi jelek aja. Sekalian mumpung inget nambahin lagi, di taman Champ de Mars sekitar menara Eiffel saya pernah melihat beberapa scammer gelang persahabatan yang dari benang warna-warni, saran saya kalau lihat orang bawa-bawa benang ndeketin kita mending menghindar aja, atau kalau dia nyapa ga usah diladeni.

    1. Makasih mas Galih.. saya juga bangga bisa dikenal n ditonton sama mas Galih.. iya mas, itu waktu tahun 2015, pas tahun 2017 saya ke Louvre juga airnya sudah ga ada.. oooh.. siap mas.. iya lupa nambahin yang di Champ de Mars juga..

  2. Ah banyak juga ternyata scam di Paris. Kesannya sederhana tapi kalo kita kenal pasti ngeselin juga ya. Terima kasih infonya ya Mas, buat modal kalau jalan-jalan ke Paris nanti 🙂

  3. Scammer ada dimana-mana ya. Intinya mesti waspada. Perbendaharaan cara2 scam macam diatas bisa jadi ancang2 buat pergi dari situasi yg bakal membahayakan. Mesti hati-hati dimana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s