Saya pertama kali tahu tentang Taman Wisata Batu Mentas dari salah satu acara jalan-jalan di sebuah stasiun TV swasta. Meskipun saya lebih suka wisata ke kota dibanding wisata alam, tetapi melihat kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di taman wisata ini di televisi membuat saya kepengen juga. Kegiatan tersebut antara lain river tubing seperti di Gua Pindul kemudian melompat ke air dari atas pohon. Seru juga sepertinya. Pada saat itu, saya kesana bersama dengan Surya, salah seorang teman saya yang asli Tanjungpandan, Belitung.

Kami mengawali perjalanan pagi hari dari kediaman orang tua Surya di Tanjungpandan. Setelah memanaskan mobil, kami meluncur langsung ke Taman Wisata Batu Mentas yang terletak di Kecamatan Badau. Sekitar setengah jam lebih kemudian kami sampai di depan pintu gerbang. Tempat wisata ini mungkin belum setenar tempat wisata lain di Belitung karena memang tempat wisata ini belum lama dibuka pada saat itu. Kami sempat bingung karena tempat wisata ini letaknya agak tersembunyi dan untuk menuju kesini harus melewati jalan off-road ke tengah hutan. Di pintu gerbang Batu Mentas terlihat tanda biaya masuk Rp10.000,00. Tetapi karena tidak ada yang menjaga, kami nyelonong masuk saja dan langsung memarkirkan mobil kemudian menuju ke bangunan yang menyerupai kafe di tengah hutan.

dsc_0103

Di bangunan tersebut sudah ada Bang Budi, pendiri sekaligus pengelola Taman Wisata Batu Mentas. Kami pun mengobrol sejenak sambil menikmati pemandangan hutan dan sungai yang masih asri. Tak lama kemudian, Mak Ro, pengelola kafe tersebut, datang dan menyuguhkan dua cangkir kopi kepada kami padahal kami tidak memesan. What a nice hospitality! Mudah-mudahan sih tidak ditagih nantinya. Hehehe.. Di taman ini, terdapat penangkaran hewan endemik Belitung yang mulai langka, yaitu tarsius. Tarsius, atau dalam bahasa setempat disebut pelilean, konon hanya terdapat di Asia Tenggara saja, seperti di Sulawesi, Filipina, dan Belitung sendiri. Apabila ingin melihat primata bertubuh kecil tetapi bermata besar ini, kita dapat masuk ke kandang dengan didampingi oleh pengelola karena butuh kehati-hatian untuk mendekati binatang ini. Konon tarsius mudah sekali stress dan apabila stress maka binatang ini tak segan-segan untuk bunuh diri. Mak Ro menemani kami masuk ke dalam kandang tarsius yang berlapis dua tersebut. Setelah agak lama mencari ke seluruh kandang, kami pun bertemu Benji, satu-satunya tarsius mungil yang ada di kandang tersebut. Mak Ro pun segera mencari ketik (belalang dalam bahasa setempat) untuk diberikan kepada Benji. Yup, belalang merupakan salah satu makanan kegemaran tarsius.

Selain tarsius, di Batu Mentas juga terdapat juga binatang lain seperti musang, ular, dan beberapa jenis burung. Apabila anda ingin melihat tarsius langsung di habitat aslinya, maka datanglah ke Batu Mentas pada malam hari karena tarsius merupakan binatang nokturnal. Pengelola akan mengantarkan anda menuju ke habitat asli tarsius di tengah hutan. Tetapi, kata pengelola, butuh keberuntungan untuk berjumpa dengan tarsius di habitat aslinya. Sama seperti keberuntungan Selain melihat tarsius, kegiatan lain yang bisa dilakukan di Batu Mentas yaitu outbound, melihat air terjun, dan yang paling populer, river tubing.

dsc_0118

Cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap. Ternyata awan hitam sudah menyelimuti langit kala itu. Memang penghujung tahun bukanlah waktu paling cocok untuk berwisata alam karena hujan bisa turun sewaktu-waktu. Tak lama kemudian, air pun mulai turun dari langit. Kami segera berlari ke kafe untuk berteduh. Di kafe tersebut sudah ada Bang Budi bersama seorang temannya. Karena sudah waktunya makan siang, Mak Ro pun menyuguhkan nasi beserta sayur dan lauk kepada kami berempat (saya, Surya, Bang Budi, dan temannya). Memang pelayanan yang sangat baik kepada pengunjung. Tentu saja makanan dan kopi tersebut gratis alias tidak dikenakan biaya sepeser pun. Mungkin karena hanya saya dan Surya saja pengunjung taman wisata pada saat itu. Setelah makan, kami menunggu hujan reda sambil mengobrol bersama Bang Budi. Bang Budi yang juga merupakan ketua Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB) telah melakukan banyak kegiatan untuk memajukan pariwisata dan menjaga kelestarian alam Belitung.

Hujan turun dengan derasnya hingga menyebabkan aliran sungai semakin deras. Bang Budi mengajak kami untuk river tubing karena semakin deras aliran sungai, maka semakin seru dan menegangkan. Tetapi saya menolak ajakan tersebut karena pada saat itu saya tidak membawa baju ganti. Hujan deras kali ini menyebabkan air sungai meluap sampai membanjir kafe serta menerjang kandang tarsius. Setelah selesai tubing, Bang Budi dan kru pun segera membereskan dan memindahkan peralatan-peralatan supaya tidak terkena banjir. Sementara saya dan Surya juga membantu sebisanya sambil menunggu hujan reda.

Agak lama menunggu akhirnya hujan mulai mereda. Banjir mulai surut dan aliran sungai pun mulai kembali seperti sedia kala. Beruntung banjir tidak sampai menimbulkan kerusakan berarti. Setelah hujan benar-benar reda, kami pamit kepada Bang Budi, Mak Ro, dan kru yang lain kemudian beranjak menuju destinasi selanjutnya.

Iklan

27 thoughts on “Terjebak Hujan di Batu Mentas

  1. Kadang-kadang main hujan itu menyenangkan. Bukan kehujanan, tapi sengaja menyiramkan diri di bawah hujan lebat. Dulu waktu kecil suka dimarahi, sekarang pas gede udah males haha

  2. Waktu ke Belitung dulu hampir mau kesini, udah masuk ke jalanan menuju batu mentas-nya. Tapi ujung-ujungnya putar balik karena nggak yakin. Soalnya jalannya sepi banget XD Next time ke belitung pasti disamperin deh!

  3. Tarsius itu makhluk norturnal, wah baru tau.? apa saya kurang baca yaa ..

    emang gimana cara tarsius bunuh diri..?? *langsung Googling wkwkwk

    Terimakasih

    Salam Nufus M. Zaki 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s