Anda pernah mendengar nama Marouane Fellaini? Yup, betul sekali. Marouane Fellaini merupakan pesepakbola Belgia yang berdarah Maroko. Selain Fellaini, banyak sekali imigran asal Maroko yang menetap di Belgia yang saya tidak tahu namanya. Tapi kali ini saya tidak ingin menulis mengenai Fellaini atau imigran asal Maroko lainnya. Kali ini saya ingin menulis mengenai makanan khas Maroko yang saya cicipi sewaktu mengunjungi Brussels pada tahun 2015 bersama beberapa orang teman saya yang berasal dari Nepal, Yaman, Bangladesh, dan tentu saja Indonesia.

Sebenarnya saat itu setelah mengunjungi Atomium kami ingin mencari tempat yang memungkinkan untuk melaksanakan sholat di sekitar Atomium. Kami mencari sampai di daerah yang banyak restoran di dalamnya. Tiba-tiba mata saya tertuju pada bendera dengan latar merah dengan pentagram hijau. Bendera Maroko. Ternyata bendera tersebut terletak di salah satu restoran yang tentu saja menyediakan masakan khas Maroko yang bernama Andalousia Resto. Seperti kita ketahui, Maroko merupakan negara kerajaan dengan mayoritas penduduk Muslim. Salah satu teman saya kemudian berinisiatif menanyakan tempat sholat kepada salah satu pramusaji di restoran tersebut. Ternyata pramusaji tersebut mempersilakan kami untuk sholat di dalam restorannya. Tentu saja kami tidak menolak niat baik tersebut. Saya dan teman-teman yang beragama Islam pun bergantian sholat di dalam restoran sementara teman kami yang lain yang tidak melaksanakan sholat menunggu sambil memesan makanan. Karena rata-rata menu makanan di restoran tersebut merupakan menu jumbo yang diperuntukkan untuk empat orang atau lebih, saya dan beberapa teman saya bermusyawarah untuk menentukan makanan yang akan kami pesan.

dsc_2555

Setelah perundingan yang tidak cukup sengit dan tidak dihiasi oleh adu mulut, pilihan kami akhirnya jatuh kepada couscous dengan lauk ayam. Couscous merupakan makanan pokok dari negara-negara di Afrika Utara yang terbuat dari semolina. Saya tidak tahu detailnya semolina itu apa tetapi yang jelas kedudukannya sama seperti padi atau beras di Indonesia. Rasanya enak dan unik karena saya juga baru pertama kali merasakan rasa seperti couscous ini. Jadi penasaran ingin mencoba couscous di negara asalnya di Maroko.

img_3717

Santap siang menjelang sore kami kala itu tidak dipenuhi suka cita karena Reema, salah seorang teman saya dari Nepal, mendapat kabar duka tentang gempa yang menimpa negaranya. Anda pasti ingat gempa Nepal pada tahun 2015. Pada saat itu juga Mohamad dan Abdallah, teman saya dari Yaman, sedang berduka karena perang sedang berkecamuk di negaranya. Beruntung keluarga mereka telah mengungsi ke tempat yang aman. Selain itu, ada seorang anak pengungsi asal Suriah yang mendekati kami kemudian bercerita mengenai keadaan negara. Cerita anak tersebut membuat dua orang teman saya yang berasal dari Yaman bersedih. Tetapi tidak dengan saya, karena anak tersebut bercerita dalam bahasa Arab dan saya tidak mengerti bahasa Arab kecuali apabila membaca terjemahannya. Kami kemudian memberikan anak tersebut sejumlah uang yang jumlahnya tidak seberapa sambil mendoakan kebaikan untuk semuanya.

img_3718

Sebelum beranjak pergi ke tujuan berikutnya, tentu saja kami membayar makanan yang telah kami makan dan tidak lupa wefie dengan staf restoran yang telah menginjinkan kami sholat di restorannya.

img_1087

Iklan

32 thoughts on “Menikmati Hidangan Khas Maroko di Belgia

  1. Baik bener ya mas pramusajinya, boleh digeser geser meja dan kursi buat sholat. Tapi memang nggak nyediakan khusus tempat sholat ya? Tempat makannya orang Muslim yang punya kan? Jadi penasaran sama rasa couscous, apalagi nyobain nya di negara aslinya. Kayaknya sedep ya semoga bisa kesampaian ke Moroko #ngumpulinrecehlagi

  2. Pertamakali nyobain couscous di hotel raffless jakarta, pas ada acara kantor.. Dan aku lgs sukaaa ama rasanya :D. Makanya udh niat mw bikin planning k maroko utk thn depan :D. Kata temenku yg baru dr sana semuanya bisa dibilang murah2 ya di maroko 🙂

  3. maroko maroko maroko… belum kepikiran buat jelajah ke luar negeri meskipun daridulu pengen banget…. ini traveler internesyienel emang suka bikin mupeng ke mana mana…

    btw nuansa bangunannya khas banget ya…. diliat perbedaannya antar negara. keliatannya juga bersih banget.. beda sama Indone…. eh… wwkwk

  4. Serunya udh travelling ke berbagai negara. Jadi terbuka ya wawasannya dengan mengalami sendiri cerita unik budaya di tiap daerah. Kaya pengalaman dan pemahaman tentang budaya lain 🙂

    Regards,
    Dee – heydeerahma.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s