Stadion tuan rumah AC Milan dan Inter Milan ini sebenarnya memiliki nama resmi Stadio Giuseppe Meazza. Namun karena saya adalah pendukung AC Milan dan Giuseppe Meazza merupakan legenda Inter Milan, maka saya lebih suka menyebut stadion ini sebagai San Siro. Stadion ini merupakan stadion kategori empat UEFA dan stadion terbesar di Italia berdasarkan kapasitas (dapat menampung sekitar 80.000 penonton). Untuk menuju ke stadion ini dapat menggunakan Milan Metro line 5 dan turun di Stadio San Siro. Berbeda dengan kebanyakan stadion di Britania Raya yang dimiliki oleh klub, stadion di Italia kebanyakan dimiliki oleh pemerintah daerah atau dewan kota. San Siro sendiri merupakan stadion yang dimiliki oleh dewan kota Milano.

Untuk masuk ke kawasan stadion, dikenakan biaya sebesar 17 euro yang sudah termasuk admisi ke museum dan tur stadion. Tur stadion dibuka mulai pukul 9.30 pagi sampai jam 5 sore setiap harinya kecuali pada saat hari pertandingan. Tujuan pertama sebelum tur stadion yaitu San Siro Museum. Museum ini terletak di depan pintu masuk utama stadion dan berisi jersey legendaris dari kedua tim, miniatur stadion, trofi, dan benda-benda koleksi lainnya. Di pintu masuk museum, kami dicegat oleh mbak penjaga museum dan memperingatkan kami untuk tidak boleh merekam video tetapi hanya boleh mengambil gambar saja. Kemudian mbak penjaga tersebut bertanya lagi kepada kami, “where are you from?”, “Indonesia”, jawab kami. Kemudian perkataannya selanjutnya membuat kami terkejut, “di museum, foto boleh, video tak boleh”. Wah, ternyata mbak penjaga museum ini sudah bisa bahasa Indonesia. Kemudian kami dijelaskan bahwa jumlah pengunjung stadion asal Indonesia lumayan banyak jumlahnya. Pada saat tur stadion ditutup pada saat hari pertandingan, museum masih bisa dikunjungi dengan biaya 7 euro per orang.

Tidak seperti tur stadion milik Chelsea, tur stadion kali ini tidak dipandu oleh guide ataupun audio guide. Kami hanya mengikuti pentunjuk untuk menuju perhentian-perhentian yang ada. Perhentian pertama dari rangkaian tur stadion San Siro adalah ruang ganti pemain. Biasanya tiap stadion memilliki dua ruang ganti yang diperuntukkan masing-masing satu untuk tim home, dan satu untuk tim away. Tetapi di stadion ini, kedua ruang ganti diperuntukkan untuk tim home, AC Milan dan Inter Milan. Mungkin ketika AC Milan bermain di home maka tim away memakai ruang ganti Inter, dan sebaliknya. Di kedua ruang ganti pun tidak ada jersey yang tergantung seperti yang saya lihat sebelumnya di Stamford Bridge.

Pemberhentian selanjutnya yaitu pinggir lapangan. Tapi sebelumnya kami merasakan lorong yang dilalui pemain sebelum turun ke lapangan. Karena malam sebelumnya merupakan pertandingan di mana AC Milan bertindak selaku tuan rumah, maka stadion dipenuhi oleh atribut AC Milan. Atribut ini akan diganti dengan atribut Inter apabila Inter akan melakukan pertandingan kandang. Ya maklumlah, namanya juga belum punya stadion sendiri. Di pinggir lapangan, peserta tur tidak diperbolehkan untuk menginjak rumput lapangan. Sama seperti di Stamford Bridge, pengunjung hanya diperbolehkan di area pemain cadangan dan official saja. Dari pinggir lapangan, kami bisa melihat tribun utara atau curva nord yang berwarna hijau yang merupakan basis pendukung Inter dan tribun selatan atau curva sud yang berwarna biru yang merupakan basis pendukung AC Milan. Selanjutnya kami menuju ke salah satu tribun yang merupakan tribun dengan tiket termahal. Di sana, kami bertemu dengan mbak Margaret yang merupakan official stadion asal Indonesia. Mbak Margaret menjelaskan kenapa tribun di San Siro terdiri atas empat warna, merah, hijau, oranye, dan biru. Jadi begini, awalnya warna tribun yaitu merah, putih, dan hijau yang merupakan warna bendera Italia, dan warna biru yang merupakan warna tim nasional Italia. Warna putih diganti dengan warna oranye karena warna putih cepat kotor. Kenapa diganti dengan oranye? Kami juga tidak mengerti.

dsc_7531

dsc_7547

dsc_7552

dsc_7556

dsc_7567

dsc_7608

Pemberhetian terakhir dari tur kali ini yaitu San Siro Store. Dari namanya, sudah bisa ditebak kalau ini merupakan gerai resmi yang menjual merchandise asli milik AC Milan dan Inter. Di gerai ini kita bisa membeli jersey, baju bayi dan anak-anak, gantungan kunci, syal, tempat minum, dan lain-lain.

Iklan

27 thoughts on “Stadium Tour: San Siro

  1. sebelum tahu banget tentang bola, tahunya dulu San Siro sama Giuseppe Meazza itu dua stadion yang berbeda 😀
    sebagian besar stadion di eropa memang punya kebanggan tersendiri, dan tak cuma buat nonton pertandingannya saja, tapi juga museumnya menarik untuk dikunjungi 😀

  2. Seru ya…

    Btw bener banget mas. Ahahaha. Warna putih cepet kotor. Aku suka warna putih. Banyak kaos warna putih.. Dan gak ada yang bersih sih sih satu pun….

    Jadi kadang ya gitu. Suka putih gak harus pake baju putih. Beli warna lain aja deh skr drpd dikira gembel lampu merah. Wkwkwkw

    #inimalahngomonginbajuputih wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s