Jalan-jalan telah menjadi agenda tahunan keluarga kami setiap libur Lebaran. Pada libur Lebaran tahun 2012 lalu, kami mengunjungi Sarangan dan Tawangmangu. Sedangkan tahun 2013, kami mengunjungi beberapa tempat-tempat menarik di Jawa Timur. Masih dalam suasana Lebaran, kami mengawali perjalanan dari Cepu pada pukul 09.00 WIB. Tujuan pertama kami yaitu rumah salah seorang anggota keluarga kami yang tinggal di Tuban. Tepat pukul 11.00 WIB kami sudah sampai di kota Tuban.
Di kota ini terdapat sebuah gua yang dipercaya sebagai salah satu tempat para Wali menyampaikan ajaran-ajarannya. Goa Akbar, yang mulai dibuka secara resmi sebagai obyek wisata pada tahun 1998 ini terletak persis di bawah Pasar Baru Tuban. Kebetulan rumah anggota keluarga kami tersebut terletak tidak jauh dari Pasar Baru. Kami pun berjalan kaki sejauh 200 m untuk menuju ke pintu gerbang masuk gua yang terletak di belakang Pasar Baru. Untuk memasuki gua, kami harus membayar biaya retribusi sebesar Rp5.000,00 per orang ditambah sumbangan PMI sebesar Rp700,00. Dari pintu gerbang menuju ke mulut gua, kami melewati sebuah lorong yang di sebelah kanannya terdapat relief kisah para Wali menyebarkan Islam di Tuban. Goa Akbar mendapatkan namanya dari pohon Abar dahulu banyak terdapat di sekitar gua. Versi lain yaitu ketika Sunan Bonang sedang melakukan perjalanan dan menemukan gua ini, beliau langsung terpesona dan seketika berucap, “Allahu Akbar”. Tetapi untuk kisah sebenarnya mengapa gua ini disebut Goa Akbar pun masih menjadi misteri. Untuk masuk ke gua, kami harus menuruni beberapa anak tangga. Gua ini sudah memiliki jalur yang yang dipagari dan hanya boleh dilewati satu arah, sehingga pengunjung tidak akan tersesat di dalamnya.

Banyak kelelawar bergelantungan di langit-langit gua, sesekali ada juga yang terbang melintasi kepala kami. Di dalam gua juga terdapat kolam yang berisi ikan dan kura-kura besar. Stalaktit dan stalakmit di gua ini masih asli dan masih dialiri air, sehingga masih mungkin bagi stalaktit dan stalakmit tersebut untuk terus tumbuh. Di dalam gua ini juga terdapat beberapa ruangan seperti auditorium yang biasa digunakan oleh para  pengunjung untuk beristirahat atau berfoto. Terdapat juga sebuah pancuran yang berasal dari mata air di dalam gua. Di dekat pintu keluar gua juga terdapat sebuah musholla yang dahulu pernah digunakan oleh Sunan Bonang.

Setelah puas mengeksplorasi gua, pada pukul 15.00 WIB kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kota Batu. Perjalanan ditempuh sekitar 5 jam dari Tuban. Kami sampai di Kota Batu pada pukul 20.00 WIB dan langsung menuju Alun-Alun Kota Batu. Kota Batu memiliki udara yang sejuk karena terletak pada ketinggian rata-rata 871 m dan dikelilingi oleh beberapa gunung. Panorama alamnya pun indah sampai-sampai sejak abad 19 tempat ini sudah menjadi tujuan wisata bagi orang-orang Belanda. Banyak juga obyek wisata di kota ini yang ramai dikunjungi, antara lain Batu Secret Zoo, Selecta, Batu Night Spectacular, Jatim Park 1, dan lain-lain. Pada malam itu, alun-alun Kota Batu sangat ramai dipenuhi pengunjung, baik yang sekedar melihat-lihat, nongkrong, maupun yang sedang bermain di arena bermain. Di tengah alun-alun terdapat air mancur yang dikelilingi oleh kursi untuk melepaskan lelah. Terdapat juga bianglala dan buah berukuran raksasa. Buah ini sebenarnya merupakan sebuah tempat semacam toilet dan pusat informasi. Karena sudah lapar, saya pun menuju sebuah warung yang menjual nasi uduk di sebelah Batu Tourism Center. Saya memesan nasi ayam dan secangkir coklat panas hanya dengan harga Rp15.000,00 saja. Setelah itu, kami mencari penginapan di daerah sekitar alun-alun. Kami kemudian menginap di Hotel Tawang Argo yang terletak di Jalan Trunojoyo Nomor 80. Kamar yang kami pesan yaitu family room dengan rate Rp300.000,00 per malam dengan tiga tempat tidur dan satu kamar mandi.

Pukul 22.00 WIB setelah menaruh barang-barang di penginapan, kami menuju Batu Night Spectacular. Sesuai namanya, Theme Park ini mulai ramai pada malam hari dan memang spektakuler. Untuk masuk ke BNS, kita harus membayar biaya masuk sebesar Rp12.500,00. Sepintas Batu Night Spectacular (BNS) tak ubahnya seperti taman bermain yang biasa kita kunjungi. Yang membuat BNS beda dari yang lainnya adalah keberadaan Taman Lampion. Taman Lampion ini mirip seperti Taman Pelangi di Yogyakarta. Banyak lampion berbentuk unik bertebaran di taman. Untuk memasuki Taman Lampion, dikenakan juga biaya sebesar Rp12.500,00. Puas menikmati taman lampion, kami memasuki bangunan kaca yang mirip dengan piramida kaca di Museum Louvre. Ternyata bangunan itu adalah labirin kaca yang merupakan salah satu wahana BNS. Saya sempat hampir tersesat di labirin ini, tapi trik untuk menemukan jalan keluar yaitu jangan terpaku pada dinding kaca, tetapi lihatlah ke lantai maka akan terlihat perbedaan antara dinding kaca dengan jalan keluar. Selain yang saya sebutkan di atas, masih banyak wahana lain yang tak kalah serunya. Seperticarousel, bumper car, gokart, rumah gila, rodeo, dan lain-lain. Rata-rata dengan biaya Rp12.500,00 per sekali main. Pukul 23.30 WIB terdengar pengumuman bahwa BNS akan segera ditutup. Kami pun segera bersiap untuk keluar. Untuk keluar dari BNS, kita harus melewati Night Market yang menyediakan macam-macam oleh-oleh dan cinderamata khas Kota Batu seperti t-shirt, gantungan kunci, dan lain-lain. Setelah keluar, kami pun segera kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Rencana awal kami pada hari berikutnya yaitu menuju Pantai Balekambang di Kabupaten Malang. Tiba-tiba terpikir untuk mengunjungi Bromo mumpung sedang berada di Jawa Timur. Langsung saja pada pukul 09.00 WIB dari Batu kami langsung bertolak menuju Bromo. Perjalanan menuju Bromo tidak membosankan, karena jalan yang berliku dengan pemandangan perkebunan di kanan dan kiri jalan sungguh menyegarkan mata. Sekitar pukul 13.00 WIB kami sudah sampai di Tosari. Ada beberapa checkpoint untuk menuju ke Bromo, antara lain Tosari, Puspo, Tanjung, dan Nongkojajar. Sesampainya di Tosari, kami harus memarkirkan kendaraan kami di tempat yang telah disediakan kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil Toyota Hardtop sewaan dari paguyuban masyarakat Tengger. Biaya sewa mobil dari Tosari menuju Bromo yaitu sebesar Rp400.000,00 per mobil ditambah dengan biaya pass sebesar Rp50.000,00 per mobil. Kapasitas mobil yaitu maksimal enam orang dewasa ditambah supir. Apabila penumpang mobil lebih dari enam orang maka dikenakan biaya tambahan.

 

IMG_4027
Check point sebelum menuju Bromo

Perjalanan menuju Bromo ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Kami diturunkan di tengah-tengah lautan pasir yang seakan-akan dikelilingi oleh pegunungan. Dari tempat kami turun dari mobil, tampak Pura Luhur Poten Bromo di kejauhan. Beberapa warga setempat yang menyewakan kuda pun langsung mendatangi kami untuk menawarkan kudanya. Harga sewa kuda yaitu sebesar Rp100.000,00 per kuda. Tetapi kami lebih memilih jalan kaki untuk menuju ke puncak Bromo. Sebenarnya kami agak geli juga berjalan menuju puncak. Bukan karena jaraknya yang jauh atau medannya yang menanjak. Tetapi karena pasir hitam Gunung Bromo tersebut sudah banyak yang tercampur dengan kotoran kuda.

 

Cukup melelahkan juga berjalan kaki hingga ke puncak Bromo. Saya sempat berhenti beberapa kali untuk sekedar berfoto dan istirahat sejenak. Mungkin karena saya yang kurang olahraga juga sih, jadi badan ini lebih cepat lelah. Penjual makanan dan penjual edelweis juga banyak ditemui di perjalanan menuju puncak. Setelah berfoto di puncak Bromo, saya kembali turun untuk istirahat sambil makan mi rebus di salah satu penjual makanan. Sekitar pukul 16.30 WIB, kami pun kembali ke Tosari. Tetapi sebelumnya, kami mampir di Puncak Penanjakan untuk melihat panorama Bromo. Puncak Penanjakan merupakan salah satu viewpoint untuk melihat keindahan Bromo pada saat matahari terbit. Puas berfoto di Puncak Penanjakan, kami pun segera kembali ke Tosari kemudian melanjutkan perjalanan ke Pantai Balekambang. (bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s