Maret 2012 lalu, tepatnya bertepatan dengan long weekend hari raya Nyepi, merupakan pertama kalinya saya ke luar negeri. Negeri Jiran Malaysia menjadi tujuan saya bersama beberapa orang teman saya yang juga baru pertama kali ke luar negeri.  Kami memasuki Malaysia melalui rute laut, tepatnya di Pelabuhan Klang. Meskipun cuma sebentar dan hanya sedikit yang bisa dilihat, tetapi saya merasa perlu untuk menceritakannya kepada teman-teman semua.

Dari Pekanbaru kami naik travel menuju Dumai (CV. Karya Maju) dengan biaya Rp90.000,-. Kami berangkat dari Pekanbaru pukul 20.00 WIB dan sampai di Dumai sekitar pukul 03.00 WIB. Di Dumai, kami turun di Jln. Jenderal Sudirman tepatnya di depan kantor Indomal Express. Sambil menunggu kantor buka, kami menunggu di warung makan yang terletak di samping kantor tersebut. Ketika kantor Indomal Express buka sekitar pukul 06.30 WIB, kami langsung memesan tiket Dumai – Pelabuhan Klang. Harga tiketnya Rp490.000,- sudah termasuk dengan tiket pulang dari Malaysia – Dumai via Pelabuhan Klang atau Pelabuhan Malaka. Sekitar pukul 09.00 WIB, kami dijemput oleh bus yang mengantarkan kami ke Pelabuhan Dumai, di Pelabuhan kami menunggu antrian imigrasi untuk selanjutnya masuk ke kapal. Dumai – Pelabuhan Klang direncanakan ditempuh sekitar 3,5 jam. Kami berangkat dari Pelabuhan Dumai sekitar pukul 10.30 WIB (jadwal dari Indomal Express pukul 10.00 WIB). Perjalanan kami sempat terhambat karena masalah teknis, sehingga kami sampai di Pelabuhan Klang sekitar pukul 16.00 WIB atau 17.00 waktu setempat.

Pelabuhan Klang
Pelabuhan Klang

Setelah turun dari ferry, dikenakan biaya RM10.00 untuk masuk ke Pelabuhan (kurs Maret 2012, RM1 = Rp3.000,00). Tujuan pertama kami adalah menara kembar yang menjadi ikon negara Malaysia, Petronas Twin Towers, yang terletak di Kuala Lumpur City Center (KLCC). Dari Pelabuhan Klang, kami naik kereta commuter Pel. Klang – Batu Caves dengan biaya sekitar RM3.00, kemudian turun di stasiun KL Sentral. KL Sentral merupakan pusat transportasi di KL dan sekitarnya, apabila anda tidak tahu harus kemana di KL, disarankan untuk menuju KL Sentral karena banyak pilihan transportasi untuk mengantarkan anda mengelilingi Kuala Lumpur, antara lain commuter, monorail, LRT (Light Rapid Transit), dan lain-lain. Dari KL Sentral kami naik LRT menuju KLCC dengan biaya RM1.60. Setelah keluar dari stasiun KLCC, kami langsung disambut dengan menara kembar Petronas yang tinggi menjulang. Pada saat kami kesana bertepatan dengan konser girlband asal Korea, SNSD, yang diselenggarakan di KLCC sehingga banyak sekali orang yang memadati Twin Tower. Kami berfoto sebentar di depan Twin Towers kemudian kami masuk ke Suria KLCC, mal yang berada di lantai dasar Twin Towers. Saat itu bertepatan juga dengan F1 yang diselenggarakan di sirkuit Sepang Malaysia, sehingga ada pameran mobil balap di Suria KLCC. Kami makan malam di foodcourt di Suria KLCC, menu yang disajikan pun bermacam-macam, dari masakan khas Melayu, Padang, KFC, dan lain-lain. Setelah makan malam, kami lanjutkan lagi berfoto di KLCC Park dengan latar Petronas Twin Towers di malam hari sambil mendengarkan live concert SNSD tentunya.

Dari KLCC, kami menuju Chinatown untuk mencari penginapan. Untuk penginapan murah, sebaiknya cari di daerah Chinatown (Petaling Street). Dari KLCC kami naik LRT lagi ke KL Sentral kemudian dilanjutkan dengan taksi ke Chinatown. Dari KL Sentral sebenarnya bisa naik monorail kemudian turun di Maharajalela, tetapi karena sudah terlalu malam kami memutuskan untuk naik taksi. Banyak pilihan penginapan di Chinatown, mulai dari guesthouse, hostel, hingga hotel berbintang pun tersedia. Kami menginap di penginapan “Chinatown II” dengan rate RM25.00 per kamar. Sebelum tidur kami menyempatkan jalan-jalan dulu di Chinatown pada malam hari.

Keesokan harinya, kami check out dari penginapan pukul 08.00 waktu setempat, kemudian kami mencari tempat sarapan di sekitar Chinatown. Disarankan tanyakan dahulu kepada pemilik restoran, apakah makanan yang dijual di tempat tersebut halal atau tidak. Jika anda malas bertanya, sebaiknya cari restoran yang sudah jelas mencantumkan logo halal. Kami sarapan di sebuah restoran India, menu yang disediakan antara lain roti canai, roti tissue, teh tarik, nasi lemak, dan lain-lain. Harganya mulai dari RM5.00 s.d. RM15.00. Setelah sarapan, kami menuju ke sebuah tempat suci bagi umat Hindu, yaitu Batu Caves. Tempat ini merupakan sebuah bukit kapur yang terletak di Distrik Gombak, Selangor, di sebelah utara Kuala Lumpur. Bisa ditempuh dengan menggunakan commuter dari KL Sentral. Kami menuju Batu Caves dengan menggunakan taksi dari Chinatown, dengan biaya RM30.00. Batu Caves adalah tempat suci bagi umat Hindu, setiap tahun diadakan festival Thaipusam untuk memperingati hari dimana dewa Murugan membunuh setan Surapadman. Tempat ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Tidak ada biaya retribusi untuk memasuki Batu Caves. Di dekat pintu masuk Batu Caves terdapat patung Murugan tertinggi di dunia. Dari pintu masuk, kami mendaki 272 anak tangga untuk bisa masuk ke Batu Caves. Hati-hati terhadap barang bawaan anda dan waspadalah terhadap sekeliling anda, karena banyak sekali kera nakal yang berusaha mencuri barang bawaan kita di sepanjang tangga menuju Batu Caves. Berdiri hampir 100 m di atas tanah, Batu Caves terdiri dari tiga gua utama dan beberapa yang lebih kecil.

Setelah Batu Caves, tujuan kami selanjutnya yaitu Berjaya Times Square untuk mengantarkan salah satu teman kami yang akan membeli tiket bus ke Singapura. Dari Batu Caves, kami naik commuter ke KL Sentral dengan biaya RM2.00. Dari KL Sentral, kami naikmonorail dengan biaya RM1.20 dan turun di stasiun Imbi yang terhubung langsung dengan Berjaya Times Square. Kami langsung menuju lantai paling atas dimana terdapat tempat penjualan tiket bus menuju Singapura dan tempat sholat. Setelah sholat, kami menyempatkan mengeksplorasi salah satu mal terbesar di Kuala Lumpur tersebut. Di dalam Berjaya Times Square juga terdapat taman rekreasi Berjaya Theme Park.

IMG-20120324-01154

IMG-20120324-01155

Tidak lengkap rasanya kembali ke Indonesia tanpa membawa buah tangan. Tempat yang sesuai untuk membeli oleh-oleh di Kuala Lumpur adalah Chinatown. Selain harganya yang murah, juga terdapat banyak pilihan barang-barang unik yang cocok untuk oleh-oleh, seperti t-shirt, jam tangan, gantungan kunci, tas, dompet, dan lain-lain. Dari Berjaya Times Square (stasiun Imbi), kami naik monorail dan turun di stasiun Maharajalela kemudian berjalan kaki sekitar 100 m ke jalan Petaling. Sebelum mencari oleh-oleh, kami mampir sebentar untuk makan siang di sebuah kedai makan yang menyediakan masakan Indonesia di Jalan Petaling. Harga makanan disini berkisar antara RM5.00 sampai RM15.00.

IMG-20120324-01161

Iklan

24 thoughts on “Pertama Kali ke Luar Negeri – Malaysia

  1. hai.. minta Pin bbm atau alamat e-mail boleh ?
    saya mau tanya
    soalnya saya akhir tahun ada rencana mau Thailand baru pertama kali
    jadi,
    mau tanya jasa pemandu ke sana ?
    Thanks 🙂

  2. Wah aku belom pernah ke Malaysia nih. Pingin ke Penang sih, katanya makanannya enak enak ya hihi. *kalo udah makanan aja, langsung…..*

    Btw Batu Caves terkenal yaaa kyknya. Temenku waktu kesana juga ke Batu Caves.

    Moga2 kapan2 kesampean ih main ke Malaysia. Deket gini dari Jambi, mgkn bs ke Batam dulu terus nyebrang ke Sg 😛

  3. Wah jadi pengen ke Malaysia nih, saya pengen banget ke LN yg dekat2 dlu kaya Sin dan Mas biar hemat. Jadu sebelum kesana saya baca2 dlu isi blog ini biar pinter 😃

  4. Sip,infonya manteb. Jadi Kalo penginapan murah di KL sekitar Chinatown ya? Ga mampir ke Melaka dan Singapore? Kira2 habis budget berapa ke KL? Salam kenal dari blogger baru. Dari Pekanbaru juga ya? Kapan kapan boleh dong kopdar

    1. Iya mbak, waktu itu ga booking dlu malah.. langsung aja dateng ke penginapannya.. waktu itu mampir Melaka tapi bentar aja. Singapur blm waktu itu..
      Itu pas maret 2012 abis sekitar 1,6jt an..
      Salam kenal jg mbak. Tpi aku udah ga di pekanbaru lg ni.. hehehe… 😅

      1. Oh, gak di Pekanbaru lagi ya? Sayang x, btw dimana ya tempat nukar uang di Dumai nya?money changer yang bagus di Dumai deket2 kantor indomal gitu,ada gak ya? Atau bukannya di Melaka or port Klang aja kmrn tuh?

  5. Ada sih orang yang nawarin kek gitu, tapi rate nya nggak bagus. Rugi bandar, hahaha.. alhmdlh kmrn dikasih tau sama orang indomalnya tempat nukar yang bagus rate nya. ^_^ Lumayan jauh dari yang ditawarkan. Tapi pas di melaka kena pakang sopir taxi, masak dari Melaka terminal bus ke pusat Melaka heritage kena 30 RM, deketpun ternyata

  6. Tahun 2011, dengan dua orang teman karib, kami ke Kuala Lumpur bareng. Pertama ke luar negeri, menjenguk orang tua salah satu teman kami yang memang sudah lama kerja di sana (TKI).

    Eh ternyata eh ternyata, gegara salah ngisi satu kolom kartu formulir tentang tempat menginap, di pesawat sebelum mendarat di LCCT, kami ditahan di imigrasi 1 jam, dikira mau ikut kerja nyusul orangtua teman. Wajah kami saat itu memang kusut hahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s