Shenzhen merupakan kota ketiga yang saya kunjungi dalam rangka bulan madu pertama bersama istri saya. Kota ini terletak di provinsi Guangdong dan langsung berbatasan dengan Hong Kong di sebelah selatan. Shenzhen merupakan satu dari lima Special Economic Zone (SEZ) yang dimiliki oleh Republik Rakyat Tiongkok. SEZ berarti pemerintah kota Shenzhen memiliki kebijakan tersendiri terkait ekonomi dan imigrasi. Untuk memasuki kota ini, warga Indonesia tidak perlu apply visa beberapa hari sebelumnya. Tetapi kita bisa mendapatkan Visa on Arrival yang berlaku selama lima hari dan hanya valid di Shenzhen SEZ saja. Karena belum punya waktu (dan uang) yang cukup untuk mengajak istri saya keliling dunia, maka saya ajak saja istri saya ke miniaturnya di Shenzhen.

Kami berangkat ke kota ini melalui Hong Kong dengan menggunakan metro. Kemudian, menggunakan Shenzhen Metro, kami turun di stasiun metro Window of the World. Begitu keluar dari stasiun MRT, kami langsung disambut dengan pemandangan minatur menara eiffel. Pintu stasiun metro-nya pun mirip seperti piramida louvre. Di dekat pintu masuk, banyak terdapat patung-patung dan relief dari berbagai penjuru dunia. Setelah membeli tiket masuk seharga 180 RMB, kami langsung menuju ke replika 1:3 menara eiffel tersebut untuk berfoto. Biar teman-teman di social media menyangka kalau kami bulan madu ke Paris, padahal cuma ke Shenzhen. 😀

DSC_1671

Sebelum masuk ke beberapa zona di Window of the World, ada baiknya cermati dulu peta untuk merencanakan kunjungan anda. Apabila anda tidak kuat berjalan kaki untuk mengelilingi taman ini, terdapat juga monorail dan kereta untuk mengantarkan anda. Terdapat beberapa zona di Window of the World, yaitu zona Afrika, Amerika, Eropa, Oseania, dan Asia. Zona pertama yang kami kunjungi adalah zona Afrika. Di dalamnya terdapat minatur Piramida dan Spinks dari Mesir. Terdapat juga replika rumah tradisional suku-suku di Afrika. Kami menonton pertunjukan tarian Afrika selama 15 menit yang sayangnya bukan dimainkan oleh orang Afrika asli.

Dari Afrika, kami berjalan menuju ke Amerika. Miniatur kota New York dan kompleks Gedung Putih menjadi atraksi utama di zona ini. Selain itu, miniatur air terjun Niagara juga merupakan tempat favorit foto bagi para pengunjung. Pada zona Eropa terdapat landmarks dari negara Perancis, Italia, Jerman, Belanda, Rusia, Spanyol, Yunani, dan Inggris. Sedangkan di zona Asia, ikon-ikon terkenal seperti Taj Mahal, Angkor Wat, dan tak ketinggalan Borobudur, dipajang disana.

How to Get There

Dapat dicapai dengan jalur udara dari Kuala Lumpur atau Singapura. Dari jalur laut juga dapat diakses melalui Macau – Maritime Terminal. Sementara jalur yang paling populer bagi turis Indonesia adalah jalur darat dari Hong Kong melalui perbatasan Lo Wu – Luohu. Dari Luohu kemudian naik metro dan turun di stasiun Window of the World.

Iklan

2 thoughts on “Mengintip Miniatur Dunia di Window of the World

  1. Terimakasih bulan madunya sayaaang…insyaallah kalo ada rezeki bisa kesampean keliling dunianya..
    Semangat nulis blognya buat traveling lainnya ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s