Brunei Darussalam, negara di Asia Tenggara yang mungkin jarang diminati oleh wisatawan. Negara berbentuk Monarki Absolut ini terletak di utara Pulau Kalimantan dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Beberapa waktu yang lalu, saya menjelajah ibukota Kesultanan Brunei, Bandar Seri Begawan, dalam waktu satu hari saja. Setelah sarapan pagi, saya menuju ke sebuah halte untuk mencari taksi atau bus yang bisa mengantarkan saya mengelilingi kota. Setelah setengah jam menunggu, bus atau taksi yang ditunggu tak kunjung muncul juga. Saya pikir karena Brunei merupakan negara yang cukup maju di kawasan Asia Tenggara, maka tak sulit untuk menemukan moda transportasi publik. Dugaan saya ternyata salah besar. Mungkin karena hampir semua penduduk Brunei sudah memiliki kendaraan pribadi.

Saya pun kembali ke hotel untuk memesan tur keliling kota selama satu hari. Resepsionis hotel segera menelepon seorang temannya yang memiliki jasa tur. Saya pun diminta menunggu sejenak sampai mobil yang akan mengantarkan saya keliling kota datang. Setelah beberapa menit, datanglah sebuah mobil minibus berkapasitas sekitar 15 orang. Saya pikir awalnya ada beberapa orang yang mengikuti tur tersebut. Tetapi dugaan saya salah lagi. Mobil berkapasitas 15 orang itu hanya diisi oleh 3 orang, saya, pengemudi, dan seorang pendamping supir. Dari penampilannya, saya tebak pengemudi dan pendampingnya merupakan imigran dari Bangladesh. Bahasa Melayu maupun Inggrisnya tidak lancar, sehingga menyulitkan saya untuk berkomunikasi dengan mereka. Tanpa banyak bicara, mereka segera mengantarkan saya menuju tempat-tempat menarik yang ada di Bandar Seri Begawan.

The Mall

Sesuai dengan namanya, tempat pertama yang saya kunjungi ini merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Brunei. Kalau menurut saya, besarnya mungkin hampir sama seperti Grand Indonesia di Jakarta. Seperti kebanyakan pusat perbelanjaan, di dalamnya banyak penjual makanan, pakaian, alat elektronik, dan lain-lain.

IMG_1053

Masjid Jame’asr Hassanil Bolkiah

Masjid ini dibangun pada tahun 1992 untuk memperingati 25 tahun kepemimpinan Sultan Hassanal Bolkiah. Terletak di pinggiran kota Bandar Seri Begawan, masjid dengan kubah yang berkilauan seperti emas ini tak akan anda lewatkan jika anda berangkat menuju Bandara dari pusat kota. Meskipun terletak di tepi jalan raya yang supersibuk, suasana masjid ini begitu tenang dan menyejukkan.

Bangunan Alat Kebesaran Diraja

Biasa disebut Royal Regalia Museum, bangunan ini menyimpan pusaka dan harta kekayaan kesultanan Brunei. Tidak boleh mengambil foto di area museum, pengunjung hanya diperkenankan mengambil foto di lobi gedung saja. Untuk memasuki area museum, pengunjung harus meletakkan alas kaki dan barang bawaan termasuk kamera dan telepon genggam ke dalam loker. Terdapat juga toko suvenir di bangunan ini.

IMG_1058

Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah

Meskipun bernama yayasan, bangunan ini sebenarnya merupakan salah satu pusat perbelanjaan terlengkap di Brunei. Terletak diantara dua ikon pariwisata Brunei, Kampong Air dan Masjid Omar Ali Saifuddin. Di dalamnya banyak terdapat penjual makanan dan suvenir khas Brunei.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Masjid yang merupakan ikon negara Brunei Darussalam. Masjid ini biasa terpampang pada kartu pos maupun T-shirt oleh-oleh dari Brunei. Masjid ini mendapatkan namanya dari Sultan Omar Ali Saifuddin, Sultan Brunei ke-30 yang merupakan ayah dari Sultan Hassanal Bolkiah. Memadukan arsitektur Mughal dan Italia, bahan untuk membuat masjid ini rata-rata diimpor dari negara lain, seperti marmer dari Italia, granit dari Tiongkok, lampu kristal dari Inggris, dan karpet dari Saudi Arabia. Masjid ini terhubung dengan bangunan yang menyerupai kapal yang merupakan replika dari Kapal Mahligai Sultan.

Istana Nurul Iman

Tujuan terakhir tur kami yaitu tempat kediaman Sultan Brunei, Istana Nurul Iman. Istana ini terletak di tepi sungai Brunei dan dapat terlihat dengan jelas dari Kampong Air. Sayangnya Istana Nurul Iman tidak dibuka untuk umum dan hanya dibuka pada saat hari raya Idul Fitri saja.

Sebenarnya masih ada objek wisata yang saya lewatkan yaitu Kampong Air. Pengemudi sebenarnya menawarkan saya untuk berhenti dan mampir ke Kampung Air. Tetapi karena waktu yang kurang pas maka wisata ke Kampung Air pun saya skip saja.

How to Get There

Brunei International Airport, Bandara di Bandar Seri Begawan, melayani penerbangan langsung Royal Brunei Airlines dari Jakarta dan Surabaya.

Iklan

2 thoughts on “Private Tour Menjelajah Ibukota Brunei

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s