Kuala Lumpur merupakan salah satu kota terbesar di Asia Tenggara yang cukup maju dalam bidang transportasi. Jika anda ingin menjelajahi Kuala Lumpur, sangat banyak pilihan moda transportasi untuk mengantarkan anda dari satu tempat ke tempat lain di Kuala Lumpur. Mulai dari bus, taksi, kereta komuter, sampai LRT dan monorail tersedia di kota ini. Stasiun KL Sentral merupakan transport hub terbesar di Kuala Lumpur dimana hampir semua transportasi umum dalam kota di Kuala Lumpur bermuara.

Untuk transportasi luar kota dan luar negeri, Kuala Lumpur dilayani oleh dua buah bandara, yaitu Kuala Lumpur International Airport (KUL) dan Subang Airport (SZB). Untuk transportasi darat, Kuala Lumpur dilayani oleh dua buah terminal bus, yaitu Terminal Bersepadu Selatan dan Terminal Puduraya. Terminal Bersepadu Selatan (TBS) melayani rute ke arah selatan seperti Malaka, Johor Bahru, dan Singapura. Sedangkan Terminal Puduraya melayani rute ke arah utara seperti Penang dan Hat Yai, Thailand. Kali ini saya tidak mau berbicara banyak mengenai transportasi di Kuala Lumpur. Melainkan ingin menceritakan pengalaman saya bersama dua orang teman saya menuju Hat Yai menggunakan bus malam dari Kuala Lumpur.

Saya bersama dua orang teman saya yaitu Habibi dan Rusli tiba di Terminal LCC Bandara Internasional KL pada pukul 13.00 waktu setempat. Setelah menyelesaikan urusan imigrasi, sholat, dan makan siang, sekitar pukul 15.00 kami bertolak ke Terminal Puduraya di Kuala Lumpur menggunakan bus Star Shuttle dengan biaya RM8.00 per orang. Sesampainya di Puduraya, kami langsung menuju level 1 dimana banyak terdapat agen penjualan tiket bus ke Hat Yai dan lainnya. Pilihan saya jatuh kepada Inter Top Coach dengan harga RM60.00 per orang. Kami langsung mendapatkan tiket dengan nomor platform tempat menunggu dan nomor bus tertulis pada tiket tersebut. Karena bus baru berangkat pukul 22.30 waktu setempat, kami pun jalan-jalan dulu ke KLCC sambil menunggu waktu keberangkatan.

DSCN0397

Sekitar pukul 21.30, kami kembali ke Terminal Puduraya. Kami langsung menuju platform 14 tempat kami menunggu bus. Nomor bus yang tertulis pada tiket kami yaitu 5959. Karena pada saat itu terminal sedang direnovasi, kami pun menunggu di sekitar pintu masuk platform. Saya pun membeli setengah lusin donat untuk ngemil di perjalanan. Sekitar pukul 22.15 terdengar teriakan “… sembilan lima sembilan..!!”. Kami pun segera mencari sumber suara yang ternyata berasal dari kernet bus. Kami pun segera mengikuti kernet tersebut dan ternyata bus yang kami tuju adalah nomor 3959 jurusan Penang. Kami pun segera kembali ke ruang tunggu.

DSCN0443

Bus yang kami tunggu ternyata telat datang. Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, barulah terdengar teriakan dari kenek bus “Ha’nyai.. Ha’nyai.. Lima Sembilan Lima Sembilan..!!”. Kami bersama beberapa penumpang lain pun langsung masuk ke bus yang sudah menunggu di luar. Bus tersebut lumayan nyaman dengan seat 1-2. Jarak antar kursi pun lumayan lebar, sehingga nyaman untuk tidur selama perjalanan. Sayangnya bus tersebut tidak dilengkapi dengan toilet. Habibi sempat waswas karena metabolisme tubuhnya sedang tidak bagus. Tapi kernet bus berkata kalau ada penumpang yang ingin ke toilet tinggal bilang saja, supir akan berhenti di toilet terdekat. Sebelum bus jalan, supir sempat berteriak kalau di dalam bus tidak diperbolehkan makan dan minum. Saya pun segera menyembunyikan donat yang telah saya beli sebelumnya. Setelah penumpang lengkap, bus pun segera meluncur menuju Hat Yai.

Sekitar pukul 06.00 waktu Malaysia, bus berhenti di sebuah Duty Free Shop. Supir bus mengumpulkan paspor para penumpang kemudian kami pun menunggu proses berikutnya sambil minum teh dan makan cemilan. Setengah jam kemudian kami disuruh kembali lagi masuk bus. Paspor kami dibagikan lagi tetapi kali ini sudah dilengkapi dengan kartu kedatangan dan kartu keberangkatan dari Thailand yang sudah diisi lengkap. Bus pun kembali melaju. Tak lama kemudian kami sampai di perbatasan Malaysia-Thailand. Kami pun turun untuk mengecap paspor keluar Malaysia. Sebenarnya kami tidak perlu membawa barang bawaan kami turun, tetapi karena takut terjadi sesuatu kami pun membawa serta tas kami turun bus. Setelah mengecap paspor, kedua teman saya pergi ke toilet sedangkan saya menunggu di bus. Penumpang di bus hampir penuh tetapi kedua teman saya belum naik juga. Supir bus pun menjalankan busnya, saya segera bilang ke supir bus kalau masih ada dua orang yang belum naik bus. Saya pun disuruh menjemput kedua teman saya tersebut. Beruntung kedua teman saya sudah selesai dengan urusannya di toilet. Kami pun segera naik bus dan menuju perbatasan Thailand.

DSCN0445

Di Sadao, perbatasan Thailand, kami diharuskan membawa serta barang bawaan kami turun bus karena akan diperiksa bea cukai. Setelah mengecap paspor masuk Thailand, kami pun segera masuk bus. Setelah kami bertiga masuk bus, supir bus langsung melaju dengan kencangnya menuju kota Hat Yai. Kami perhatikan sepertinya bus kali ini tidak lengkap membawa penumpang. Asusmsi saya mungkin penumpang tersebut ditinggal di Sadao karena terlalu lama mengecap paspor. Pukul 10.00 waktu setempat, kami pun tiba di kota Hat Yai tepatnya di Hat Yai Inter Top Tour. Dari sini anda bisa melanjutkan perjalanan ke Krabi (4 jam), Phuket (6 jam), Bangkok (12 jam) dan ke kota lainnya. Kami pun segera memesan tiket kembali ke Kuala Lumpur seharga 600 baht sebelum mengeksplorasi Hat Yai.

Iklan

9 thoughts on “Perjalanan Malam KL – HY

  1. Ada yg bilang sama bena..

    Kalo bena mau explore suatu daerah/kota. Coba naik transportasi darat meskipun kota/daerah ersrbut punya transportasi layak, coba naik yg nggak layak. Bena akan tau bedanya dan pengalamanpun bertambah.

    Dan ya bener aja. Bena melakukan itu dan sungguh banyak pengalaman yg bena dapat. Tapi memang agak sedikit hilang dr kenyaman. Hahah.

  2. Ada banyak cerita ya Mas… Seru… Aku si kalo ke luar kota naik angkutan umum yah… Ahahahaha… Enak… Murah. Tapi kalo kepepet gojek aja ya.. Haiah g semua lokasi ada gojeknya yak. Ahahah..

    Eh di malaysia ada gojek gasi? Ato ada bagian dr tulisan ini yg kelewat? Wkwkwkw

  3. Ini udah lama ya, mas? Kalau aku akan prefer kereta api aja, sayang sekarang udah nggak ada kereta ke Hatyai. Cmiiw, sekarang seluruh bus dipusatkan di TBS.

    Aneh banget ya perjalanan semalaman tapi nggak boleh makan dan minum. Cemana kalo laper? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s