Down to the Beaches of Gunungkidul

Ketika mendengar Gunungkidul, maka yang langsung terlintas di pikiran adalah kekeringan dan kelaparan. Tetapi itu dulu, sekarang Gunungkidul mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Selain terkenal dengan wisata gua, wisata andalan Gunungkidul yang tak pernah sepi pengunjung adalah wisata pantainya. Tidak seperti Pantai Parangtritis yang berpasir hitam, pantai-pantai di Gunungkidul memiliki pasir putih dengan batuan karst di sisinya. Untuk masuk ke kawasan pantai, dikenakan biaya retribusi Rp3.000,00 per orang, dan untuk biaya parkir sebesar Rp5.000,00 per mobil di setiap pantai. Berikut ini, beberapa pantai yang sempat saya kunjungi selama satu hari menyusuri pantai di Gunungkidul:

When we hear about Gunungkidul, the first things that cross our mind is famine and starvation. But that was long time ago, nowadays Gunungkidul is full of tourists whether domestic or foreign tourists. Aside from its infamous caverns, Gunungkidul’s best attraction is its beautiful beaches. Unlike the black-sanded Parangtritis, beaches in Gunungkidul have white sand with karst formation on their sides. To enter the beach area, admission fee of 3,000 rupiahs per person is charged and there is also parking fee of 5,000 rupiahs per car on each beaches. The beaches that I managed to visit in one day are as follow:

Pantai Indrayanti

Indrayanti Beach

Nama asli pantai ini sebenarnya bukan Indrayanti, tetapi Pulang Syawal. Indrayanti sendiri merupakan nama sebuah cafe yang ada di pantai itu yang merupakan nama dari istri si pemilik cafe. Tetapi orang-orang justru lebih mengenal pantai tersebut dengan nama Indrayanti. Di sepanjang pantai ini terdapat penyewaan payung berwarna-warni yang biasa digunakan para pengunjung untuk berteduh sambil menikmati suasana pantai dan irama deburan ombak.

The real name of the beach itself is actually not Indrayanti, but Pulang Syawal. Indrayanti is the name of a cafe in the area that came from the name of the cafe owner’s wife. But the beach is already famous with the name Indrayanti. There are colourful umbrellas along the beach that can be rented by the visitor to take shelter while admiring the beach scenery and the sound of pounding waves.

IMG_1812IMG_1811

Pantai Sundak

Sundak Beach

Pantai ini terletak persis di sebelah barat Pantai Indrayanti dan hanya dibatasi dengan batuan karst. Pantai Sundak mendapatkan namanya dari kata asu (anjing) dan landak. Konon katanya, dahulu di pantai ini pernah ada perkelahian antara anjing dan landak. Pemandangan di pantai ini pun sangat bagus dengan pasir putih dan pondok di atas batuannya. Banyak juga penjual kumang/kelomang (hermit crab) yang menjajakan dagangannya.

The beach is situated right on the west side of Indrayanti beach and just separated by karst rocks. Sundak beach got its name from the abbreviation of word asu (dog) and landak (porcupine). It was believed that was a clash between dog and porcupine on the beach a long time ago. The view of the beach is picturesque with white sand and a lodge on top of the karst rock. There are also plenty of hermit crab seller on the beach.

IMG_1828IMG_1854 IMG_1834IMG_1846

Pantai Krakal

Krakal Beach

Pantai ini merupakan pantai terpanjang di Gunungkidul. Terdapat dua sisi pantai yaitu pantai barat dan timur yang dipisahkan oleh batu karang yang besar. Kita juga dapat naik ke karang ini dengan tarif Rp2.000,00 per orang karena disediakan semacam titian untuk naik ke atasnya. Saran saya, sebaiknya menggunakan alas kaki ketika menaiki batu karang karena karang tersebut sangat tajam dan berbahaya apabila terinjak tanpa alas kaki.

This beach has the longest coastline in Gunungkidul. There are two sides of beaches, which is west and east side, that separated by a huge rock. The visitor is allowed climbing the rock with an admission fee of 2,000 rupiahs per person because there is some kind of footbridge provided. Footwear is recommended if you want to climb the rock because the surface of the rock is very sharp and can hurt your feet if they are unprotected.

IMG_1869IMG_1876 IMG_1913IMG_1859

Pantai Kukup

Kukup Beach

Pantai yang terkenal sebagai Tanah Lot-nya Jogja ini memang eksotis. Pantai ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan pantai yang telah saya kunjungi sebelumnya. Tempat parkir yang luas, warung makan, penjual cinderamata dan cemilan sepanjang jalan, dan penjual ikan laut hias. Saya pun sempat mencicipi renyahnya rumput laut goreng dan kepiting kecil goreng yang banyak dijual di pantai tersebut. Di pantai ini juga terdapat sebuah karang  besar yang dapat didaki yang dihubungkan dengan jembatan.

Dubbed as the Tanah Lot of Yogyakarta, Kukup beach is very exotic. The beach has more complete facilities than any beach I visited before. Spacious parking lot, food stalls, souvenirs and snack sellers along the way, and also decorative fish vendors. I tasted the crunchy fried seaweed and fried tiny crab that I had bought from one of the food stalls. There is also a climbable huge karst rock that connected by bridge to the beach.

IMG_1938IMG_1959 IMG_1975IMG_1981

Pantai Ngobaran

Ngobaran Beach

Pantai terletak agak jauh ke barat. Pantai yang terkenal dengan patung dan pura ini memang agak tersembunyi dan jauh dari keramaian. Di pantai ini juga terdapat empat tempat peribadatan yang berdiri berdampingan, yaitu masjid, pura, tempat ibadah penganut kepercayaan Kejawan, dan tempat ibadah penganut kepercayaan Kejawen (Kejawen berbeda dengan Kejawan). Spot yang paling banyak dikunjungi yaitu patung dewa-dewa yang merupakan pujaan para penganut Kejawen. Selain itu, pantai ini memiliki pemandangan spektakuler dengan tebing berbatu-batu yang menjulang tinggi.

Situated on the far west side of Gunungkidul, the beach that famous with statues and temples is secluded and far from the crowded place. There are four worship places that are standing side by side one and another. The worship places are a mosque, a Hindu temple, Kejawan worship place, and Kejawen worship place (Kejawen is different from Kejawan). The most visited spot is the square full of statues of Kejawen Gods. The beach also has a spectacular view with steep rocky cliff towering the beach.

IMG_2038IMG_2035 IMG_2019IMG_2024

Sebenarnya masih banyak pantai lain yang tak kalah cantiknya di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul. Tetapi waktu satu hari sepertinya tidak cukup untuk menyusuri semua pantai dan menikmati keindahannya.

Actually, there are plenty of beautiful beaches along the south coast of Gunungkidul Regency. But one day was not enough to explore them all.

How to Get There?

Gunungkidul dapat dicapai dengan menggunakan jalan darat dari kota Yogyakarta dengan menggunakan mobil pribadi atau menyewa mobil dengan biaya Rp400.000,00 – Rp600.000,00 per hari.

Gunungkidul can be reached by rented car or motorbike from Yogyakarta with about 400,000.00 to 600,000.00 rupiahs per day.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s