Gagal Sunrise (Lagi) di Bromo

Setelah beberapa waktu sebelumnya saya gagal melihat matahari terbit di Angkor Wat, Kamboja, berikutnya saya mencoba lagi untuk mengejar sunrise di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di Puncak Penanjakan. Kali ini saya berangkat bersama istri tercinta. Dari Bandara Juanda di Sidoarjo, kami menuju ke Terminal Bungurasih menggunakan DAMRI kemudian lanjut dari Terminal Bungurasih ke Terminal Arjosari di Malang menggunakan bus antar kota. Kami sampai di Malang sekitar pukul 7 malam dan langsung dijemput oleh mbak Riska yang merupakan tour organizer kami. Mbak Riska kemudian mengantarkan kami ke penginapan yang terletak di kaki gunung. Penginapan tersebut merupakan rumah penduduk yang memang disewakan untuk para wisatawan. Continue reading “Gagal Sunrise (Lagi) di Bromo”

Waspada Scam di Paris

Menurut Euromonitor, Paris merupakan kota dengan turis internasional terbanyak kelima di dunia dan kedua di Eropa pada tahun 2015. Banyaknya wisatawan yang mengunjungi Paris dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk meraih keuntungan. Sayangnya cara-cara untuk meraih keuntungan tersebut kadang-kadang merugikan orang lain. Banyak cara yang dilakukan para scammer untuk meraih keuntungan dari para wisatawan. Para wisatawan pun terpaksa mengeluarkan sejumlah uang karena telah terjebak oleh scam tersebut. Tetap waspada dan jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Berikut beberapa jenis scam yang pernah saya temui ketika berjalan-jalan di Paris. Continue reading “Waspada Scam di Paris”

Toleransi dan Jalan-jalan

Tulisan ini terinspirasi salah satunya dari tulisannya mas Teguh Nugroho yang bercerita tentang travelmate. Di postingan tersebut saya komentar yang intinya kalau traveling lebih asik sama teman yang sama selera, stamina, dan keyakinannya. Tapi selama kita berpikiran terbuka dan saling mengerti satu sama lain saya rasa semua perbedaan tersebut bisa teratasi. Pengalaman saya sewaktu traveling ke Venezia beberapa waktu yang lalu bersama-sama dengan tiga orang teman yang berbeda sama sekali dalam berbagai hal kurang lebih dapat membuktikan kalau traveling dapat berjalan lancar dan asik juga. Kali ini saya tidak mau membahas tentang tempat wisata, transportasi, hotel, budget, dan lain-lain karena itu bisa didapat dari situs lain. Kali ini saya ingin bercerita mengenai cara kami mengatasi perbedaan-perbedaan yang kita temui selama traveling. Continue reading “Toleransi dan Jalan-jalan”

4 Tips Mengatasi Kebosanan di Pesawat

Naik pesawat bagi saya merupakan hal yang menarik. Apalagi kalau naik maskapai yang belum pernah saya coba sebelumnya dan juga apabila berangkat dari atau ke bandara yang juga saya belum pernah kunjungi. Tetapi jika sudah di pesawat, kebosanan selalu datang melanda. Kebosanan kebanyakan karena saya tidak bisa mengakses internet di ponsel sehingga tidak bisa mengakses instant messenger atau social media. Sehingga di pesawat saya hanya bisa bengong sambil melihat-lihat kegiatan orang-orang lain di pesawat atau melihat ke luar jika saya duduk di dekat jendela. Sekarang, setelah mengamati kegiatan orang-orang lain dan juga berdasarkan pengalaman sendiri, akhirnya saya dapat membagi beberapa tips untuk mengatasi kebosanan selama perjalanan menggunakan pesawat. Berikut tipsnya: Continue reading “4 Tips Mengatasi Kebosanan di Pesawat”

Terjebak Hujan di Batu Mentas

Saya pertama kali tahu tentang Taman Wisata Batu Mentas dari salah satu acara jalan-jalan di sebuah stasiun TV swasta. Meskipun saya lebih suka wisata ke kota dibanding wisata alam, tetapi melihat kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di taman wisata ini di televisi membuat saya kepengen juga. Kegiatan tersebut antara lain river tubing seperti di Gua Pindul kemudian melompat ke air dari atas pohon. Seru juga sepertinya. Pada saat itu, saya kesana bersama dengan Surya, salah seorang teman saya yang asli Tanjungpandan, Belitung. Continue reading “Terjebak Hujan di Batu Mentas”

Gagal Sunrise di Angkor Wat

Angkor Wat merupakan obyek wisata yang paling terkenal di Kamboja. Hal ini dapat diketahui dari gambar Angkor Wat yang terpampang pada bendera Kamboja. Tak heran, obyek wisata ini selalu penuh dengan turis mancanegara. Salah satu atraksi menarik yang dapat dilakukan di sini yaitu menyaksikan matahari terbit. Bisa dibayangkan betapa indahnya melihat matahari terbit dengan latar candi Angkor yang terkenal. Mungkin sensasinya hampir sama seperti melihat matahari terbit di candi Borobudur. Meskipun saya sendiri belum pernah melihat sunrise di Borobudur sampai tulisan ini diturunkan. Continue reading “Gagal Sunrise di Angkor Wat”

Menikmati Hidangan Khas Maroko di Belgia

Anda pernah mendengar nama Marouane Fellaini? Yup, betul sekali. Marouane Fellaini merupakan pesepakbola Belgia yang berdarah Maroko. Selain Fellaini, banyak sekali imigran asal Maroko yang menetap di Belgia yang saya tidak tahu namanya. Tapi kali ini saya tidak ingin menulis mengenai Fellaini atau imigran asal Maroko lainnya. Kali ini saya ingin menulis mengenai makanan khas Maroko yang saya cicipi sewaktu mengunjungi Brussels pada tahun 2015 bersama beberapa orang teman saya yang berasal dari Nepal, Yaman, Bangladesh, dan tentu saja Indonesia. Continue reading “Menikmati Hidangan Khas Maroko di Belgia”

Berkah dari Penerbangan yang Dibatalkan

Bagaimana perasaan anda kalau penerbangan anda dibatalkan secara sepihak oleh maskapai? Pasti tiap orang akan berbeda jawabnya. Ada yang senang, sedih, marah, dongkol, dan lain-lain tergantung dari situasi, kondisi, dan toleransi. Saya sendiri pernah mengalami dua kali pembatalan penerbangan bolak balik dengan kode booking yang sama tetapi saya bersyukur karenanya. Jadi saya sudah memesan tiket KLM dengan rute Istanbul ke Jakarta via Amsterdam dan Kuala Lumpur pulang pergi. Mau ke Jakarta saja dari Istanbul harus ke Amsterdam dulu. Maklum lah, maskapainya kan miliknya Kerajaan Belanda, pasti transitnya di Amsterdam. Continue reading “Berkah dari Penerbangan yang Dibatalkan”

Transportasi Umum Apa yang Anda Sukai?

Sebagai traveler, pasti kita membutuhkan moda transportasi untuk memindahkan diri kita dari satu tempat ke tempat lain. Kecuali jika bisa teleport maka lain lagi ceritanya. Dalam memilih moda transportasi, banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum memilih moda yang tepat. Kalau saya pribadi harga menjadi salah satu faktor penting. Faktor lainnya adalah waktu, keamanan, kenyamanan, opportunity cost, kepuasan, dan lain-lain. Sesuai prinsip ekonomi, pokoknya kita pasti ingin mendapatkan benefit yang tertinggi dengan harga yang termurah. Berikut adalah beberapa moda transportasi umum yang sering digunakan oleh para traveler yang pernah saya gunakan. Continue reading “Transportasi Umum Apa yang Anda Sukai?”

Melihat Dubai dari Ketinggian 452 m

Karena bosan menunggu saat transit selama 9 jam lebih di Bandara Internasional Dubai, saya bersama dengan dua orang teman saya memutuskan untuk keluar Bandara. Karena waktunya juga memungkinkan untuk mengeksplorasi kota Dubai (tiba dari Jakarta pukul 05.30 dan penerbangan berikutnya pukul 15.00), maka kami manfaatkan saja kesempatan ini. Sebelum keluar, kami menukar uang dahulu di Travelex ke Dirham UAE (AED; 1 AED sekitar Rp3.600). Bandara Internasional Dubai terhubung dengan stasiun Metro. Metro merupakan salah satu moda transportasi massa berbasis rel yang dimiliki oleh kota Dubai. Sampai Desember 2016, Dubai baru dilayani oleh dua line Metro. Kalau Hong Kong punya Octopus Card dan London punya Oyster Card, maka Dubai punya Nol Card. Nol Card merupakan smart card yang dapat digunakan untuk berbagai jenis moda transportasi di Dubai. Tetapi karena kami merupakan visitor dan bukan frequent traveler di Dubai, saya hanya menggunakan Nol Red Ticket ketika disana. Continue reading “Melihat Dubai dari Ketinggian 452 m”